Diagnostik Website
Periksa kenapa website tidak bisa diakses: DNS, IP, SSL, response time, dan status HTTP.
Website tidak bisa diakses umumnya disebabkan oleh 4 masalah utama: catatan DNS yang belum terkonfigurasi atau belum terpropagasi, sertifikat SSL kedaluwarsa atau tidak valid, server hosting mengalami overload/down (error 500/502/503), atau domain belum tersambung ke nameserver yang benar. Alat diagnostik ini memeriksa setiap lapisan koneksi dari DNS hingga respons HTTP secara otomatis untuk menemukan akar masalahnya.
Mulai pemeriksaan
Hanya target internet publikHasil
Siap digunakan
Masukkan data di atas dan jalankan alat.
Cara kerja Diagnostik Website
Fungsi alat
Periksa kenapa website tidak bisa diakses: DNS, IP, SSL, response time, dan status HTTP.
Hasil yang diperoleh
Laporan diagnostik DNS, nameserver, status HTTP, validitas SSL, waktu respons, dan header keamanan, lengkap dengan skor kesehatan website 0–100.
Sumber data langsung
Target dikirim ke penyedia jaringan. Hasil menyertakan sumbernya; batas waktu dan data yang tidak tersedia ditandai dengan jelas.
Bagaimana jika pemeriksaan tidak selesai?
Periksa masukan Anda dan coba lagi. Batas waktu, permintaan yang diblokir, atau penyedia yang tidak tersedia bukan bukti bahwa domain bermasalah. Pengukuran internet dan layanan pihak ketiga memiliki batasan.
Diagnostik Website — pertanyaan umum
Apa penyebab paling sering website baru tidak bisa dibuka?
Untuk website atau domain yang baru dibeli atau baru diubah konfigurasinya, penyebab paling umum adalah propagasi DNS (Domain Name System). Perubahan DNS membutuhkan waktu antara 1 hingga 24 jam agar dapat diakses dari seluruh penyedia internet.
Apa arti pesan 'Koneksi Anda Tidak Privat' atau 'Not Secure'?
Pesan ini muncul ketika browser mendeteksi masalah pada sertifikat SSL/TLS, seperti masa berlaku sertifikat yang telah habis (expired), sertifikat tidak cocok dengan nama domain, atau situs belum memasang SSL sama sekali. Solusinya adalah mengaktifkan kembali SSL (seperti Let's Encrypt gratis) di panel hosting Anda.
Apa perbedaan error 500, 502, dan 503?
Error 500 (Internal Server Error) biasanya disebabkan oleh kesalahan kode script (misalnya PHP) atau error pada file .htaccess. Error 502 (Bad Gateway) dan 503 (Service Unavailable) biasanya menandakan server hosting kehabisan memori (RAM/CPU limit) atau web server sedang restart.
Bagaimana cara memperbaiki error 403 Forbidden?
Error 403 berarti server menolak memberikan izin akses. Periksa izin file (file permissions, idealnya 644 untuk file dan 755 untuk folder), pastikan ada file index.html atau index.php di public_html, dan periksa apakah ada aturan pemblokiran IP di file .htaccess atau firewall Cloudflare.