1. Catatan DNS MX (Mail Exchange) Belum Terkonfigurasi
Catatan MX adalah instruksi DNS yang memberitahu seluruh internet server mana yang bertugas menerima email atas nama domain Anda.
Jika domain Anda baru dibeli atau Anda baru saja memindahkan hosting: - Catatan MX mungkin masih kosong atau mengarah ke server hosting lama. - Catatan MX masih dalam masa propagasi DNS (butuh waktu beberapa jam). - Nilai prioritas MX (misal priority 0 atau 10) tidak diatur dengan benar.
Tanpa catatan MX yang valid, server pengirim (seperti Gmail atau Yahoo) tidak akan tahu ke mana pesan harus dikirimkan dan akan mengembalikan pesan error *Undelivered Mail Returned to Sender*.
2. Masalah Autentikasi: SPF, DKIM, dan DMARC
Penyedia email raksasa seperti Google Mail dan Yahoo kini menerapkan aturan ketat: email tanpa catatan autentikasi yang sah akan langsung dibuang atau dimasukkan ke folder Spam:
- **SPF (Sender Policy Framework)**: Catatan TXT yang mencantumkan daftar IP server yang berhak mengirim email atas nama domain Anda.
- **DKIM (DomainKeys Identified Mail)**: Tanda tangan kriptografis digital yang memastikan isi email tidak diubah atau dipalsukan di perjalanan.
- **DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance)**: Kebijakan yang memberi tahu server penerima apa yang harus dilakukan jika email gagal melewati uji SPF atau DKIM (misalnya: tolak/reject atau masukkan ke karantina).
3. Kuota Penyimpanan Kotak Masuk (Mailbox) Penuh
Ini adalah masalah sepele yang paling sering terjadi pada akun email bisnis cPanel. Setiap akun email memiliki batasan kuota (misalnya 1 GB atau 5 GB).
Ketika kapasitas penyimpanan email Anda sudah mencapai 100%, server hosting akan secara otomatis menolak seluruh email baru yang masuk dengan pesan status *Mailbox is full / Quota exceeded*. Pengirim akan menerima bounce back, sedangkan Anda tidak akan melihat email tersebut sama sekali. Solusinya adalah menghapus email lama berukuran besar atau menambah limit kuota di cPanel.
4. Alamat IP Server Masuk Blacklist (DNSBL)
Jika Anda menggunakan shared hosting murah, satu alamat IP server digunakan bersama oleh ratusan pengguna lain. Jika ada satu pengguna di server tersebut yang mengirim spam atau terinfeksi malware, lembaga pengawas spam (seperti Spamhaus, Barracuda, atau SpamCop) akan mem-blacklist seluruh IP server tersebut.
Akibatnya, email dari domain Anda akan otomatis ditolak oleh server penerima besar. Anda dapat memeriksa status reputasi IP domain Anda secara berkala.